Emiten Perkebunan Tak Terdongkrak Peningkatan Biodiesel 15%

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Kamis 26 Maret 2015 01:41 WIB
Emiten Perkebunan Tak Terdongkrak Peningkatan Biodiesel 15% (ilustrasi: Okezone)
Share :

MEDAN – Untuk menekan defisit neraca perdagangan, pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menaikkan kandungan biodiesel menjadi 15 persen. Kebijakan ii tentunya menjadi angin segar bagi pelaku industri berbasis crude palm oil (CPO).

Menurut pengamat pasar modal, Gunawan Benjamin, kebijakan tersebut belum mampu mengangkat kinerja emiten yang berbasiskan CPO.

Seperti saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) yang justru anjlok akhir-akhir ini. Harga saham AALI turun dari posisi Rp24.700 tiga hari sebelumnya menjadi Rp23.500-an per lembar saham saat ini. Hal yang sama juga dialami oleh sejumlah emiten kakap CPO lainnya. Dalam tiga hari terakhir harga saham PT London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) turun dari Rp1.790 per lembar menjadi Rp1.680 per lembar saat ini.

Hal yang sama juga terjadi pada saham lainnya seperti PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) dan PT BW Plantation Tbk (BWPT). Penurunan kinerja harga saham tersebut memang tidak terlepas dari tren penguatan Rupiah dalam tiga hari belakangan. Penguatan Rupiah memberikan efek negatif bagi kinerja emiten perkebunan, mengingat basis industri CPO adalah komoditas ekspor, yang diuntungkan jika Rupiah melemah terhadap dolar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya