Emiten Perkebunan Tak Terdongkrak Peningkatan Biodiesel 15%

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Kamis 26 Maret 2015 01:41 WIB
Emiten Perkebunan Tak Terdongkrak Peningkatan Biodiesel 15% (ilustrasi: Okezone)
Share :

Selain itu, harga biodiesel yang masih lebih mahal dari harga solar menyisahkan masalah disisi lain. “Bila misalkan nantinya harga Biodiesel di atas harga solar maka bagaimana pemerintah akan memberlakukan kebijakan seperti ini. Apakah pemerintah akan mensubsidi solar atau tidak,” sebutnya, Kamis (26/3/2015).

Lebih lanjut Gunawan menyebutkan, jika keputusan pemerintah adalah mewajibkan perusahaan penghasil CPO untuk menjual Biodiesel, ini bisa berdampak buruk. Karena kenaikan harga biodiesel di pasar internasional bisa membuat perusahaan penghasil biodiesel mengalami tekanan karena kehilangan kesempatan untuk mendapatkan laba yang lebih besar.

Sehingga secara keseluruhan kebijakan pemerintah tersebut belum memberikan banyak manfaat bagi kinerja saham emiten perkebunan. Yang ada malah emiten perkebunan mengalami koreksi harga dalam tiga hari terkahir. Memang tidak melulu hanya berpatokan kepada nilai tukar Rupiah maupun harga biodiesel. Memang IHSG tengah melemah akibat sejumlah sentimen eksternal dan valuasi IHSG yang sudah kemahalan.

“Valuasi tersebut tentunya sangat potensial menekan kinerja semua emiten di bursa saham. Dan disisi lain, kebijakan menggunakan Biodiesel sebagai bahan campuran Solar belum mampu menjadi katalis positif bagi penguatan kinerja saham emiten berbasiskan CPO,” tutupnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya