"Investor melihat kondisi tersebut sebagai perlambatan ekonomi. Selain itu, kondisi Rupiah yang masih melemah juga menjadi faktor," jelasnya.
Lucky menambahkan, pelemahan yang terjadi pada Rupiah menjadi faktor perlambatan. Hal tersebut menandakan bahwa rencana pemerintah terkait intervensi belum mampu mengangkat Rupiah.
"Kita lihat dolar dominan, Rupiah melemah, hal ini membuat bank sepakat bahwa terjadi perlambatan yang terjadi karena penurunan pada DPK," tambah dia.
Sehingga jika disimpulkan, saat ini kondisi investor masih wait&see untuk menghindari risiko yang terjadi. Investor masih menunggu karena IHSG saat ini masih diuji di level 5.400.
(Rizkie Fauzian)