Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengungkapkan, pembangunan kereta super cepat ini akan dibentuk perusahaan patungan antara Kementerian BUMN dan Bappenas China. Nantinya, perusahaan ini akan melakukan studi kelayakan lebih mendalam dan perjanjian ini bersifat private to private.
"Ini adalah private to private dan MoU antara Menteri BUMN (Rini) dengan NDRC (Bappenas China) dan mereka akan bekerja untuk melakukan studi dan lalu kita akan buat perusahaan joint venture, karena kebanyakan ini digerakkan oleh private," ucap Sofyan semalam, di Jakarta.
Sofyan menambahkan, nantinya perusahaan asal Indonesia akan ditunjuk oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, demikian juga halnya dengan perusahaan China tersebut akan ditunjuk pemerintahnya.
"Sehingga perusahaannya nanti diteken bu Rini mana yang akan jadi partner. China juga ditentukan oleh perusahaan China nanti, yang disebut sebagai uqlifide chinese company," jelasnya.