RS Tolak Kartu BPJS Kesehatan, Jokowi Siap Ambil Tindakan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 28 April 2015 16:40 WIB
Ilustrasi: Okezone
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, akan menggunakan wewenangnya sebagai presiden Republik Indonesia (RI) untuk menyelesaikan masalah dari program jaminan kesehatan yang telah diluncurkan pemerintah. Program jaminan kesehatan ini seperti kartu BPJS Kesehatan dan 'Kartu Sakti' Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Ucapan sekaligus menjawab 'serangan' dari Pengurus Serikat Pekerja PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero) mengenai program jaminan kesehatan dari pemerintah yang belum maksimal dan belum dirasakan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Pasalnya, masih banyak rumah sakit di seluruh Indonesia yang belum menerima layanan kartu BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat kesulitan untuk berobat walaupun sudah memilik kartu tersebut.

Dalam catatan BPJS Kesehatan, ada sekira 600-an rumah sakit di seluruh Indonesia yang belum menerima layanan program kesehatan dari pemerintah dari total sekira 2.500-an rumah sakit.

"Jadi cuma 1.800-an rumah sakit yang menerima. Ini fakta. Tapi nantinya setelah ini saya bertindak jika BPJS Kesehatan enggak bisa atasi. Saya akan gunakan kewenangan, kita untuk memaksa rumah sakit itu," tegas Jokowi sambil diiringi tepuk tangan meriah para buruh di PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Jokowi menegaskan, saat ini rumah sakit jangan hanya mencari untung semata dengan tidak menerima layanan program kesehatan dari pemerintah.

"Ini sama ketika di Jakarta. Masak sakit mau masuk rumah sakit ditolak. Ini harus dipaksa. Rakyat harus di nomor satukan. Tolong berikan daftar rumah sakit mana saja, biar kapok. Saya akan panggil mereka," tegas Jokowi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya