Ekonomi Melambat, Menko Sofyan Sebut Jokowi Effect Masih Ada

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Selasa 05 Mei 2015 13:51 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 hanya 4,7 persen. Pertumbuhan ini melambat jika dibandingkan periode tahun sebelumnya yang mencapai 5 persen.

Padahal sebelumnya, muncul istilah Jokowi Effect. Jokowi Effect merupakan eurofia kemenangan Jokowi sebagai presiden RI ketujuh yang disambut pelaku pasar sebagai harapan akan perbaikan ekonomi.

"Begini, Jokowi Effect masih. Masyarakat masih antusias, percaya bahwa pemerintah ini akan melakukan restrukturisasi reform dalam segala hal," tegas Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Menurut Sofyan, saat ini pemerintahan terus melakukan perbaikan struktural reform di berbagai sektor, seperti hukum, migas hingga kelautan.

"Tapi tentu kita tidak bisa harapkan semua bisa dicapai dalam waktu dekat," ucapnya.

Sofyan menjelaskan, melambatnya pertumbuhan ekonomi memang disebabkan beberapa faktor. Namun, dirinya meminta waktu kepada masyarakat untuk perbaikan yang dilakukan pemerintah.

"Yang paling penting berikan waktu cukup pada pemerintah," tukasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya