Pada saat menjadi anggota OPEC, nama Indonesia sempat harum. Indonesia ikut berperan aktif dalam penentuan arah dan kebijakan OPEC, khususnya dalam rangka menstabilisasi jumlah produksi dan harga minyak di pasar internasional.
Sejak berdirinya Sekretariat OPEC di Wina tahun 1965, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Wina terlibat aktif dalam organisasi tersebut. Indonesia turut serta memantau harga minyak dan penanganan masalah substansi serta diplomasi di berbagai persidangan yang diselenggarakan oleh OPEC.
Pentingnya peran yang dimainkan oleh Indonesia di OPEC telah membawa Indonesia pernah ditunjuk sebagai Sekjen OPEC dan Presiden Konferensi OPEC.
Pada 2004, Menteri ESDM Purnomo Indonesia terpilih menjadi Presiden dan Sekjen sementara OPEC.
(Rizkie Fauzian)