OPEC Tunggu Langkah Trump Pangkas Produksi Minyak

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 10:16 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 04 320 2193994 opec-tunggu-langkah-trump-pangkas-produksi-minyak-UpJEr6q6Z7.jpg Minyak dan Gas Bumi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - OPEC dan sekutunya melakukan pertemuan untuk menyepakati pengurangan produksi minyak sekira 10% dari pasokan global. Adapun besaran untuk mengurangi produksi sebanyak 10 juta hingga 15 juta barel per hari.

Namun, OPEC menilai pengurangan produksi ini memerlukan partisipasi dari negara-negara yang tidak melakukan kontrol atas output minyaknya. Termasuk Amerika Serikat yang sekarang menjadi produsen minyak mentah terbesar di dunia.

Baca Juga: Menanti Kesepakatan Arab Saudi-Rusia, Harga Minyak Meroket

Selain itu, saat ini pasar sedang menantikan tindakan apa yang akan diambil Amerika Serikat. Di mana sebelumnya, Presiden AS Donald Trump melakukan pertemuan dengan perusahaan minyak pada Jumat 3 Maret 2020.

"Kami akan menyelesaikan ini dan kami akan mendapatkan bisnis energi kami kembali," katanya kepada wartawan, dilansir dari Reuters, Sabtu (4/4/2020).

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Semakin Anjlok di Tengah Pasokan Melimpah

Trump mengatakan bahwa ia tidak membuat konsesi apa pun untuk Arab Saudi dan Rusia, seperti menyetujui pengurangan produksi dalam negeri AS. Pasalnya ini menjadi langkah yang dilarang oleh undang-undang antimonopoli AS.

Pertemuan OPEC dan sekutu seperti Rusia telah dijadwalkan pada 6 April. Namun sebelum itu dilakukan, saat ini produsen OPEC sedang menunggu apakah Amerika Serikat melakukan upaya untuk menstabilkan pasar.

Kesepakatan harus mencakup produsen dari luar OPEC +, aliansi yang mencakup anggota OPEC, Rusia dan produsen lainnya, tetapi tidak termasuk negara-negara minyak seperti Amerika Serikat, Kanada, Norwegia, dan Brasil.

Sebagai informasi, pasar minyak telah jatuh sebesar USD34 per barel dari sebelumnya USD65 pada awal tahun. Hal ini karena pandemi corona virus.

Permintaan bahan bakar juga turun sekitar sepertiga, atau 30 juta barel per hari, karena miliaran orang di seluruh dunia membatasi pergerakan mereka.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini