SOLO - Jelang Bulan Ramadan, harga daging di pasar tradisional Solo, Jawa Tengah melonjak tinggi. Para pedagang berdalih, selain harga pasokan daging dari tempat asalnya pun sudah mengalami kenaikan. Harga di pemotongan hewan itu sendiri pun mengalami kenaikan.
Tak heran bila harga daging sapi di Solo harganya hampir menyentuh level Rp100 ribu per kilogramnya. Nurhayati salah satu pedagang daging di Pasar Legi mengatakan kenaikan harga daging ini belum lama terjadi. Kenaikan harga daging tersebut terpaksa dilakukan karena harga daging dari tempat asalnya sendiri, Boyolali, juga sudah mengalami kenaikan.
Dari tempat asalnya, harga jual daging sapi khususnya, dijual dengan harga Rp85 ribu per kilogramnya. Padahal harga tersebut, sebelumnya merupakan harga jual para pedagang di pasar legi sendiri.
"Kalau dari sana harganya sudah segitu, terus masak di sini harganya tidak dinaikan. Ya terpaksa, dari sananya harganya naik, di sini juga harganya terpaksa kita naikan," papar Nurhayati, saat ditemui di kios Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2015).
Ia menambahkan, meski menaikan harga, namun Nurhayati mengaku tidak berani menaikan harga terlalu tinggi. Pasalnya, bila dirinya menaikan harga terlalu tinggi,di khawatirkan barang dagangannya tidak akan laku dijual.
"Biasanya berkisar Rp85.000. Sekarang saya ambilnya Rp5.000 atau Rp10.000. Jadi untuk per kilonya harga jualnya hingga Rp90.000 sampai Rp95.000 per kilogram," ungkapnya.