Jokowi menginginkan agar dwelling time menjadi 4,7 hari dari yang selama ini rata-ratanya memakan waktu hingga 8 hari.
"Katanya 5,5 hari. Ya paling 4,7 hari. Tapi 5,5 hari itu kita enggak tahu benar apa enggak," kata Jokowi di lokasi, Jakarta, Rabu (17/6/2015).
Menurut Jokowi, untuk menyelesaikan masalah dwelling time harus duduk bersama dengan beberapa kementerian dan lembaga (K/L) serta instansi terkait yang berada di Pelabuhan Tanjung Priok, maupun pelabuhan lainnya.
"Ini menyangkut 18 K/L yang semuanya berada di Pelabuhan Tanjung Priok ini. Banyak sekali. Ini kita mau rapatkan dulu," terang Jokowi.