"Pilih saham dari kinerja keuangannya, tujuan keuangan kita, dan hasil investasinya mau dipakai berapa tahun. Kalau misalnya ingin investasi pendidikan anak untuk dua tahun ke depan, maka investasi yang dipilih adalah deposito atau logam mulia, sedangkan kalau di atas 10 tahun investasi yang dipilih saham seperti reksa dana," bebernya.
Untuk saham pilihannya harus bluechip dan saham badan usaha milik negara (BUMN) yang bluechip. Karena ada saham BUMN yang tidak perform.
"Pilih saham yang punya performance yang bagus, dilihat dari kondisinya seperti apa, sektor dalam perlambatan ekonomi apa, berdasarkan keuangan, dan sesuaikan dengan adanya perlambatan ekonomi dan konsumsi," ucapnya.
Aprida menambahkan, pemerintah masih terus membangun sektor infrastruktur dan masih berjalan walaupun serapannya kurang. Dia menyarankan, agar memilih saham di sektor infrastruktur.
"Ada beberapa saham yang dipilih berdasarkan laporan keuangan yang bagus. Saham yang bagus berdasarkan riset, value, bandingkan dengan saham yang lain, berdasarkan kinerja laba bersih, dan masih banyak yang harus dipertimbangkan," jelasnya.
(Widi Agustian)