Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengemukakan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berencana akan membangun enam jalur tapi untuk tahap pertama yakni dua jalur dulu yang akan dibangun. Nanti setelah bangun, Pemda dapat mengambil alih dengan membeli.
“Yang kedua, Perpres yang sama akan menugaskan Adhi Karya untuk membangun dulu, nanti sebagian dana sudah ada di Kementerian Perhubungan. Adhi Karya itu yang Bekasi-Jakarta dan Bogor-Jakarta. Kalau yang DKI, itu yang dari Kelapa Gading kemana, terus dari bandara kemana. Itu ada enam jalur kan DKI rencana, tapi tahap pertama akan ada dua jalur," sebut Sofyan di Istana Negara, Jakarta, Senin (13/7/2015).
Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan menambahkan, LRT di Jabodetabek tetap akan dibangun. Dari usulan tujuh ruas, di dalam DKI sendiri oleh Pemprov DKI yang akan mulai dibangun dua ruas. Yang pertama dari Barat ke Timur, dan yang satu dari Utara ke Selatan. Sedangkan yang diusulkan oleh Adhi Karya. Menurut Jonan, juga akan dibangun.
“Jadi ini dibangun juga memenuhi aspek intermodality, jadi nanti stasiunnya itu nyambung dengan stasiun KRL dan halte busway, serta stasiun MRT yang akan dibangun,” jelas Jonan.
Kemungkinannya, lanjut Jonan, akan diterbitkan Perpres untuk penunjukan Adhi Karya, dimana setelah nantinya pembangunan instalasi LRT sudah selesai akan dibeli dengan dana APBN dengan harga yang pantas.
Mengenai dua trase yang akan dibangun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jonan menyerahkan kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk mengumumkannya secara langsung karena sekarang usulan desain teknisnya masih dikaji oleh Kementerian Perhubungan.
“Biayanya tanyakan ke Gubernur DKI saja, saya enggak ngurusin biayanya,” pungkas Jonan
(Rizkie Fauzian)