"Ini menjadi Tahun kemarau terparah. Dari data sumber primer yang dihimpun, kekeringan akan terjadi pada 6 Ribu sawah yang ada di pulau jawa. Total kan ada 3 juta sawah di Jawa, jadi ya kira-kira 20 persennya akan terkena imbasnya," kata Guru Besar Bidang Pangan IPB, Dwi Andreas, di Graha Sucofindo, Jakarta, Selasa (28/7/2015).
Menurutnya, kekeringan ini akan berdampak panjang. Pasalnya, siklus El Nino diperkirakan masih akan terjadi hingga akhir tahun ini. Namun demikian, dia mengatakan pemerintah masih confident dengan peningkatan produksi jagung, kedelai, dan padinya.
"Sebaiknya, pemerintah tidak lagi menekan petani untuk produksinya. Langkah terdekat seharusnya, petani mulai dialihkan tidak lagi menaman (padi, jagung, dan kedelai) itu," ucapnya.
Dia mengatakan, semakin ke timur suhu kemarau akan semakin panas. Sehingga, dari Pantai Utara Jawa, semakin ke timur semakin panas tidak seperti di barat. "Di Selatan sekitar tiga minggu lalu, seperti Kebumen, selatan Jawa, sekarang kemarau panasnya hampir merata," ujarnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)