"Yang jadi tantangan kita itu beras, jagung, kedelai dan gula," tambahnya.
Franky menyebutkan, rata-rata konsumsi beras nasional setiap bulannya mencapai 2,5 juta ton. Dengan bergesernya fenomena el nino dikhawatirkan stok beras tidak mencukupi.
"Kalau itu bergeser, habis panen terakhir ini, maka penanaman kembali hanya di daerah beririgasi. Kan antara September-Oktober ada waktu tiga minggu waduk-waduk itu perbaiki. Kalau daerah irigasi, Oktober sudah bercocok tanam," tukas dia.
(Fakhri Rezy)