Rini menilai, Rizal Ramli tidak memiliki hak untuk mencampuri urusan Garuda yang koordinasinya di bawah Kementerian BUMN dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, melainkan bukan Kemenko Kemaritiman.
"Saya ditanya oleh kolega, kenapa menjawab komentar Rizal Ramli nyolot? Saya bilang saya tidak nyolot, tapi hanya menekankan bahwa BUMN itu bukan di bawah Menko Maritim, tapi di bawah Menko Ekonomi. Itu saja," ujar Rini, di Jakarta, semalam.
Dia mengaku, Garuda Indonesia telah menandatangani Letter of Intent (LOI) dengan Airbus dan Boeing untuk memesan puluhan unit pesawat wide body. Namun, perjanjian tersebut masih bisa dibatalkan.
"LOI itu di bawah MoU, bisa dibatalkan. Kita mengatakan Garuda ada intensi untuk kemungkinan melakukan leasing atau order pesawat. Jadi belum ada apa-apa atau komitmen," ungkapnya.
(Rizkie Fauzian)