Basuki menjelaskan, untuk tahun ini, pihaknya menargetkan akan menyelesaikan jalan perbatasan sesi I dengan panjang 47 km.
"Masalah perbatasan kita bangun jalan yang melintas dari Motaain ke Motamasin. Itu jalan perbatasan Nusa Tenggara Timur (NTT), kami yakin bisa dua tahun sampai 2017," kata Basuki di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (26/8/2015).
Menurut data Kementerian PUPR yang dikutip, jalan sepanjang 171,56 km tersebut mencakup lima paket, yakni peningkatan struktur jalan Motaain-Salore-Haliwen sepanjang 9,7 km, peningkatan struktur Haliwen-Sadi-Asumanu-Haekesak sepanjang 21,3 km, pembangunan jalan Laktutus-Motamasin 5,1 km, kawasan strategis Motamasin-Laktutus 1,9 km dan pembangunan jalan Laktutus-Motamasin 9,0 km.
"Total anggaran 2015 itu Rp2 triliun tapi untuk perbatasan Kalimantan, NTT, dan Papua," sebutnya.
Basuki menjelaskan, yang mengerjakan proyek ini adalah kontraktor pemenang tender dan tidak mengalami kendala berarti. Hal ini berbeda dengan pembangunan jalan perbatasan di Kalimantan yang terbentur areal Taman Nasional.
Target pembangunan jalan perbatasan sepanjang 47 km rampung pada akhir 2015, pemerintah akan melanjutkan proyek ini sepanjang 67,61 km pada 2016 dan 56,95 km pada 2017.
(Rizkie Fauzian)