Rupiah Nyaris Rp14.800, Darmin Akan Temui BI

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Jum'at 25 September 2015 17:00 WIB
Ilustrasi Rupiah. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah ke Rp14.600 per USD membuat banyak industri menjerit. Pasalnya, pasokan bahan baku dari dalam negeri rata-rata belum dapat menopang kebutuhan industri, sehingga dibutuhkan impor.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pemerintah terus melakukan komunikasi dengan Bank Indonesia (BI) dalam mengantisipasi pelemahan Rupiah.

"Apa yang sedang dan sudah dilakukan sejauh ini juga untuk itu, tapi kan dampaknya enggak bisa langsung. Kalau yang langsung, saya kan sudah cerita, itu peran BI," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Darmin menambahkan, selain komunikasi yang intens dilakukan antara pemerintah dan BI, diperlukan juga rapat yang mendalam. "Nah kita akan melakukan rapat koordinasi dengan BI untuk itu," paparnya.

Namun, saat ditanya kapan kondisi pelemahan Rupiah terjadi, Darmin enggan menjawab. Dirinya berkilah akan terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BI. "Mudah-mudahan lah minggu depan kita bisa komunikasi lagi," pungkasnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya