Pada saat kerusuhan melanda Jakarta tahun 1998, rumahnya yang berada di Gunung Sahari , Jakarta Pusat, menjadi korban pengerusakan dan penjarahan. Setelah peristiwa tersebut, dia pun mengalihkan kepengurusan bisnisnya kepada anaknya Anthony Salim, lalu pindah dan tinggal di Singapura hingga tutup usia pada 10 Juni 2012 silam.
Anthony Salim yang memegang kekuasaan Salim Group, akhirnya menjual beberapa perusahaan yang dimilikinya guna melunasi utangnya. Adapun perusahaan yang dijual yaitu PT Indocement Tunggal Perkasa, PT Indomobil Sukses Internasional dan bank swasta terbesar PT BCA yang dibeli oleh Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono.
Meski demikian, keluarga Salim masih mempunyai beberapa perusahaan besar yang digengggamnya erat-erat. Perusahaan tersebut antara lain adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dan PT Bogasari Flour Mills. Kedua perusahaan ini merupakan perusahaan penghasil mi instan dan tepung terigu terbesar di dunia.
(Martin Bagya Kertiyasa)