"Semula PNBP ditargetkan sebesar Rp204 miliar. Target itu dipastikan meleset. Pasalnya hingga triwulan ke III tahun 2015, target itu baru terealisasi Rp57,4 miliar atau sebesar 28,1 persen," katanya menambahkan.
Dampak lainnya dari kurangnya produksi batu bara itu juga membuat nilai ekspor Provinsi Jambi periode September 2015 turun.
"Ekspor-impor kita menurun, salah satu faktornya karena menurunnya transaksi hasil tambang kita," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi,Yos Rusdiansyah.
Meski demikian, kata Yos, kontribusi terbesar terhadap total ekspor Jambi masih didominasi kelompok pertambangan, yakni sebesar 66,70 persen.
(Widi Agustian)