Memang "ada kelemahan" selama uji coba ini. Svaterdalens harus merekrut 14 karyawan baru untuk menutup kekurangan sumber daya karena menerapkan pola enam jam per hari.
Tiga perusahaan lain, layanan pelanggan Toyota di Gothenberg, perusahaan rintisan (start up) Brath, dan pengembang aplikasi Fillimundus, mengurangi jam kerja dan sudah memutuskan tidak akan lagi menerapkan pola delapan jam kerja per hari.
Menurut The Guardian, para karyawan merasa lebih bahagia dan lebih bisa mengatur keseimbangan antara urusan kantor dan waktu untuk keluarga di rumah.
Perubahan ini juga meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan perusahaan juga lebih mudah merekrut calon-calon karyawan dengan kualitas hebat.
Martin Banck, direktur di layanan pelanggan Toyota di Gothenberg kepada The Guardian mengatakan bahwa keuntungan perusahaan naik 25 persen sejak menerapkan pola kerja enam jam per hari.