nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Larangan Dicabut, Jepang Lelang Daging Paus Hasil Buruan Rp1,9 Juta

Agregasi Jum'at 05 Juli 2019 18:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 05 320 2075126 usai-larangan-dicabut-jepang-lelang-daging-paus-hasil-buruan-rp1-9-juta-hIC5M3NqbC.jpg Daging Ikan Paus (BBC)

JEPANG - Melalui perburuan paus komersial pertama setelah larangan selama 33 tahun dicabut, daging paus kini dijual di Jepang dengan harga tinggi.

Potongan daging dari dua paus minke dijual menggunakan sistem lelang seharga 15.000 yen atau sekitar Rp1,9 juta.

 Baca juga: Setelah 30 Tahun 'Pensiun', Kementerian Perikanan Jepang Kembali Berburu Paus

Jepang mengundurkan diri dari Komisi Penangkapan Paus Internasional (IWC) pada 30 Juni demi bisa berburu paus secara komersial. Negara itu berdalih perburuan paus secara komersial dapat dilakukan secara berkesinambungan.

 Ikan Paus

Walau dikecam berbagai kalangan internasional, Jepang berniat menangkap 227 paus untuk diambil dagingnya sebelum akhir 2019.

Semua anggota IWC sepakat memberlakukan perburuan paus secara komersial pada 1986 guna melindungi hewan itu mengingat beberapa spesies terancam punah.

 Baca juga: Sempat Berhenti, Jepang Kembali Berburu Paus Secara Komersial

Kendati demikian, Jepang tetap melanjutkan perburuan paus dalam rangka penelitian sains. Tahun lalu 333 paus ditangkap.

Kalangan pengritik mengatakan daging paus, yang populer di Jepang dan menjadi bagian dari budaya negara itu, masih disajikan di sejumlah restoran.

"Daging paus kalorinya lima kali lebih rendah dari daging sapi, tingkat kolesterolnya 10 kali lebih rendah, dan lemaknya dua kali lebih rendah dari daging ayam," kata Mitsuo Tani, seorang koki di salah satu restoran penyaji daging paus yang tersohor di Jepang, kepada AFP.

 Baca juga: Bangkai Paus Terdampar di Kawasan Wisata Pulau Bokori

"Daging paus sarat dengan zat bsi. Namun, di luar negeri, orang-orang tidak tahu hal ini," tambahnya.

Yoshifumi Kai, kepala Asosiasi Penangkapan Paus jenis kecil di Jepang, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa penangkapan pertama pada Senin (01/07) termasuk "bagus".

"Kami sama sekali tidak malu atas apa yang kami lakukan, itu alamiah," kata Kai.

Dia berdalih jumlah paus yang akan ditangkap Jepang tidak menimbulkan ancaman terhadap populasi paus. Namun, tidak semua sependapat dengannya.

"Ini adalah hari yang menyedihkan bagi perlindungan paus dunia," kata Nicola Beynon dari Humane Society International.

Baca juga: Mengintip Bisnis Rental Keluarga yang Populer di Jepang


Dia menuding Jepang memulai "era baru pembajakan penangkapan paus yang mengejutkan".

Pada 2015, Badan Investigasi Lingkungan (EIA) mengklaim menemukan zat merkuri pada taraf yang tidak aman dari polutan laut di dalam semua sampel daging paus dan lumba-luma yang diuji.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini