Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berusia 50 Tahun, Intip Perjalanan Big Mac Menjadi Produk Ikonic McDonald

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Minggu, 11 November 2018 |12:30 WIB
Berusia 50 Tahun, Intip Perjalanan Big Mac Menjadi Produk Ikonic McDonald
Big Mac Menu Andalan Mc Donalds (Foto: abcnews)
A
A
A

JAKARTA - Big Mac adalah lebih dari sekedar burger, terutama karena makanan ini telah terjual lebih dari satu miliar buah di seluruh dunia pada tahun 2017. Roti lapis atau sandwich yang diperkenalkan di Amerika Serikat oleh McDonald's 50 tahun lalu ini menjadi dasar indeks yang dipakai majalah Economist untuk mengukur tingkat nilai tukar.

Makanan ini juga mempunyai museumnya sendiri di North Huntingdon, kota di negara bagian Pennsylvania, AS dimana Big Mac diciptakan pewaralaba Michael Delligatti. Tetapi apakah Big Mac sedang mengalami krisis usia setengah baya? Dalam dua puluh tahun terakhir, McDonald's telah mengalami turun naik.

Perusahaan ini adalah sebuah raksasa bisnis rumah makan, dengan lebih 36.000 restoran di 118 negara - dengan sekitar 69 juta pelanggan setiap harinya. Tetapi model bisnisnya sepertinya semakin tidak bergantung pada penjualan roti lapis.

Sebagai bagian dari strategi yang diterapkan pada tahun 2015, saat perusahaan tersebut merugi dan kehilangan pelanggan, McDonald's mengurangi jumlah restoran miliknya dan menaikkan jumlah waralaba secara besar-besaran. Tujuan yang dicapai adalah untuk hanya menguasai 5% restoran non-waralaba pada akhir tahun 2018.

Perusahaan menghemat biaya pemeliharaan restoran sementara mengumpulkan pembayaran dan royalti dari pewaralabanya - termasuk biaya sewa. McDonald's memiliki sekitar 45% tanah dan 70% gedung dimana rumah makan berada, menurut pengamat industri.=

Pada film The Founder, McDonald's memang terlihat sangat terlibat dalam bisnis real estate. Meskipun demikian, kombinasi persaingan industri makanan cepat saji dan perubahan kebiasaan makan tidak akan menghilang pada masyarakat.

McDonald's masih tetap banyak memasak burger, tetapi mereka bukanlah satu-satunya perusahaan yang melakukan hal ini, terutama pada pasar intinya di AS. Pada tahun 2017, penjualan waralaba memang tumbuh, tetapi hanya sebesar 5%, sementara pasar seperti Inggris dan Cina memperlihatkan pertumbuhan dua digit.

"Saya pikir orang tidak akan pernah bosan burger dan kentang goreng, tetapi terjadi perubahan harapan pelanggan," Richard Haigh, dari perusahaan pemasaran Brand Finance di London menjelaskan.

"Mereka di tengah industri yang ketat persaingannya dimana pengusaha kecil telah mengetahui sejumlah rahasia McDonald's, misalnya terkait dengan kemudahan dan kecepatan.

"Juga begitu banyak pilihan makanan saat ini: di kota besar seperti London, misalnya, Anda dapat menemukan burrito dan makanan Asia di jalan yang sama dengan McDonald's," Haigh menambahkan.

Pada saat yang sama McDonald's bersaing dengan bisnis sejenis yang menawarkan produk yang sama, seperti Burger King, disamping juga menghadapi gelombang rumah makan "kasual-cepat" yang menawarkan pilihan lebih baik - mulai dari jaringan baru seperti Five Guys sampai ke restoran burger kelas atas setempat.

Pada akhirnya, McDonald's dan bisnis sejenis menghadapi tantangan dari pelanggan yang mencari pilihan makanan yang lebih sehat - termasuk meningkatnya jumlah pelanggan vegetarian dan vegan (tidak memakan daging binatang, disamping juga produk lain yang berasal dari binatang seperti susu dan telur). Meskipun demikian, tahun lalu restoran burger vegan dibuka di Finlandia dan Swedia.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement