JAKARTA – Pada 1952 di Surabaya lahir seorang anak dengan berayahkan seorang pembuat becak yang kemudian diberi nama Dato Sri Tahir. Tak disangka, berkat mempunyai ayah seorang pembuat becak, lantas membuat darah pengusaha serta keuletan tumbuh dalam diri Tahir. Kini, Tahir berhasil meraup kekayaan bersih sebesar USD2 miliar atau setara Rp26,689 triliun.
Seperti dilansir dari laman Forbes, salah satu pemilik lisensi yang menerbitkan Forbes Indonesia ini telah menjual lebih dari USD150 juta saham Bank Mayapada Indonesia pada 2015 dan menggunakan hasil penjualan saham tersebut untuk membeli dua bangunan di Indonesia dan satu di Jepang.
Meski telah menjual lebih dari USD150 juta saham Bank Mayapada, Tahir masih memiliki hampir setengah miliar saham lainnya seperti properti di Indonesia dan Singapura, saham dalam rantai rumah sakit, toko bebas bea, dan sistem manajemen rumah sakit secara online Medico.id.
Mengikuti jejak sang ayah, putrinya Grace juga telah berinvestasi dalam situs online Printerous dan Talenta.
Tahir yang merupakan anak pembuat becak ini dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada tahun ini yang merupakan medali kehormatan tertinggi dari kelasnya diberikan kepada warga negara atas kontribusi mereka terhadap pembangunan negara.
Memiliki kekayaan yang berlimpah, tak membuat Tahir lupa daratan terhadap membantu sesama. Dia pun dikenal sebagai sosok miliarder yang tergolong sangat dermawan dengan mendirikan suatu yayasan bernama Tahir Foundation.
Melalui Tahir Foundation, dia menyumbangkan USD75 juta untuk The Global Fund guna melawan TBC, HIV, dan Malaria di Indonesia. Kemudian, USD10 juta di antaranya digunakan untuk memperluas akses kontrasepsi.
Setelah bergabung dengan Bill and Melinda Gates Foundation dan menjadi miliarder pertama Indonesia yang bergabung, dia melipatgandakan sumbangannya menjadi USD150 juta melalui Tahir Foundation.
(Rani Hardjanti)