JAKARTA - Setelah kalah tender di Indonesia, Jepang berharap bisa menggarap kereta api cepat di China.
Jepang akan menawarkan lebih dari 1 triliun yen atau USD8,11 miliar, dalam bentuk pinjaman untuk membangun kereta api cepat senilai 980 miliar rupee.
Jepang kalah telak dengan China dalam tender kereta api, sang kompetitor berani memberikan pinjaman USD5 miliar tanpa jaminan.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, akan berkunjung ke dan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi. Kedua berharap bisa mengeluarkan pernyataan bersama pada kesepakatan itu. Demikian seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/12/2015).
Tokyo saat ini tengah melakukan kelayakan proyek sepanjang (313 mil), yang menghubungkan Mumbai dengan Ahmedabad.
Pembangunan kereta api kecepatan tinggi akan mulai dari tahun 2017 dan akan selesai pada 2023.
(Rani Hardjanti)