SINGARAJA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Buleleng, Bali, menyebutkan renovasi lanjutan Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja menelan anggaran sebesar Rp731 juta.
"Proses perbaikan dirancang pada 2016 mendatang, dengan tujuan meningkatkan fungsi dan peranan gedung di tengah-tengah pusat Kota Singaraja," ujar Kadisbudpar Buleleng Gede Suyasa di Singaraja, Jumat (11/12/2015).
Dia menjelaskan, anggaran tersebut digunakan itu untuk mengaspal di areal parkir, melakukan perbaikan di pagar bagian depan dan membuat semacam taman hias. Bukan hanya itu saja, ia menambahkan, pihaknya berencana membuat semacam areal untuk pedagang untuk memberikan ruang sektor UKM di daerah itu.
Selain itu, sebagai gedung kesenian, peruntukannya harus memiliki simbol sebagai karakter kuat terhadap Gedung Gde Manik.
"Kami berencana membuat patung tokoh Gde Manik sesuai nama gedung itu sehingga mampu menghadirkan nuansa khusus sebagai penyempurna Tari Terunajaya, dari sebelumnya diciptakan Pan Wandres, mungkin bisa kami buatkan konsep patung tokoh Gde Manik atau patung tari Terunajaya, " paparnya.
Mantan Kepala Bappeda Buleleng itu menyebutkan, patung dibuat memiliki karakter kuat terhadap keberadaan Gde Manik, sebagai salah satu sejarah monumental.
Dia berpendapat, landasan sejarah dan budaya melekat di dalam diri Gde Manik, sehingga patung dan gedung areal Gedung Gde Manik, sekaligus menghargai karya-karya seniman di masa lampau.
Selain patung, juga bisa dilengkapi semacam prasasti dan mampu menjelaskan sosok Gde Manik dan Kenapa sampai dibuatkan gedung? Itu dapat menjelaskan karya-karya Gde Manik, sehingga orang-orang yang datang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan,” jelasnya.
(Rizkie Fauzian)