Mantan Kepala Bappeda Buleleng itu menyebutkan, patung dibuat memiliki karakter kuat terhadap keberadaan Gde Manik, sebagai salah satu sejarah monumental.
Dia berpendapat, landasan sejarah dan budaya melekat di dalam diri Gde Manik, sehingga patung dan gedung areal Gedung Gde Manik, sekaligus menghargai karya-karya seniman di masa lampau.
Selain patung, juga bisa dilengkapi semacam prasasti dan mampu menjelaskan sosok Gde Manik dan Kenapa sampai dibuatkan gedung? Itu dapat menjelaskan karya-karya Gde Manik, sehingga orang-orang yang datang bisa mendapatkan ilmu pengetahuan,” jelasnya.
(Rizkie Fauzian)