Lambatnya pertumbuhan ekonomi negara adidaya, Amerika memberi kontribusi terhadap lemahnya ekonomi global. Terlebih kini Amerika memiliki cadangan minyak berlebih yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakatnya.
Di sisi lain, kondisi perekonomian China dan India saat ini mengalami penurunan yang membuat tingkat permintaan akan minyak dunia pun berkurang. Untuk diketahui, China adalah negara kedua konsumen terbesar minyak sedangkan India berada di urutan ke-4.
"Demand masih berkurang karena ekonomi lemah, OPEC juga tidak mau kurangi produksi. Cadangan minyak Amerika banyak. Akhirnya minyak dunia mengalami ovesuplay," paparnya.
Menurutnya, kondisi ini dapat diperparah ketika Iran akan kembali melakukan ekspor global minyaknya selepas embargo ekonomi Iran dicabut. Maka suplai minyak dunia akan semakin bertambah dan harga minyak semakin merosot.
(Fakhri Rezy)