"Yang hampir PHK, ya mboknya pajaknya jangan digenjot dan diperas secara berlebihan. Kalau sudah normal, back to business as usual. Banyak cara untuk mencegah laju PHK, tapi yang jelas government itu tripartid. Pekerja, pengusaha, dan pemerintah," papar SBY.
"Saya tidak setuju dengan cara sadis seperti itu. Walaupun memang setiap pemimpin punya strategi masing-masing," sambung SBY.
SBY menjelaskan, kondisi ekonomi secara rill belum kembali normal. Hal ini dilihat dari masih adanya PHK, turunnya harga BBM tidak menurunkan harga barang yang sudah naik, dan nilai tukar Rupiah.
"Rupiah sekarang bagus, walaupun sempat lemah, tapi tidak sebagus dibanding dulu," ucapnya.
SBY pun meminta pemerintahan Jokowi mengeluarkan kebijakan yang tepat. "Tidak boleh ada janji-janji baru uang akan membengkakkan APBN, penegakan hukum harus baik, mengurangi spending, kalkulasi APBN harus tepat sehingga tidak ada selisih," tukasnya.
(Fakhri Rezy)