Kemudian untuk Petral sendiri yang juga bermarkas di Hongkong juga telah dilakukan likuidasi pada 1 Februari 2016. "Jadi untuk Zambesi dan Petral tinggal menunggu tax clearance, pajak terkait di Hong Kong, setelah ada tax clearance dapat segera ditutup," imbuhnya.
Sementara untuk Pertamina Energy Services Pte.Ltb (PES) masih ada permasalahan utang piutang yang harus diselesaikan di Singapura.
"Grup Petral sudah masuk likuidasi semua, terutama Singapura ada perusahaan likuidator agar semua kewajiban dan tanggung jawab diselesaikan. Di Hong Kong (Petral dan Zambesi) tinggal tax clearance. Yang di Singapura, kami telah melakukan proses penagihan hutang piutang," pungkasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)