JAKARTA - Semakin sempitnya daratan suatu kota, reklamasi pantai sering kali menjadi alternatif guna memenuhi kebutuhan lahan perkotaan tersebut. Tak pelak, banyak pengembang yang secara perlahan mulai mengembangkan perkotaan dengan cara ini. Akan tetapi, banyak pula permasalahan yang timbul akibat solusi alternatif ini.
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna mengatakan, dampak yang paling akan jelas terlihat adalah semakin lebarnya kesenjangan sosial antara penduduk yang mendiami wilayah daratan reklamasi dengan wilayah daratan perkotaan.(Baca juga: Menteri Susi: Saya Tidak Mau Ada Reklamasi di Pangandaran)
"Fakta yang nyata adalah terlihat jelas makin senjangnya kehidupan sosial antara yang di pulau reklamasi dan di daratan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jakarta, Senin (4/4/2016).
Bahkan, lanjut Yayat, wilayah daratan reklamasi juga dipertanyakan apakah mampu menciptakan perekonomian di dalamnya yang mampu membaur menjadi satu dengan wilayah daratan perkotaan.(Baca juga: Reklamasi, Menteri Susi: Kalau Caranya Salah Jakarta Justru Tenggelam)
"Menjadi tanda tanya besar apakah pulau reklamasi sekadar menjadi 'kantong-kantong' tidur tanpa ada economic based yang jelas dan terkonsep secara terintegrasi dengan wilayah daratan," tuturnya.
(Rizkie Fauzian)