Investor Ingin Imbal Hasil DIRE hingga 9%

Dedy Afrianto, Jurnalis
Rabu 06 April 2016 19:40 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA - Guna mendorong geliat industri properti di Indonesia, pemerintah melalui paket kebijakan jilid XI memerikan insentif berupa penurunan pajak penghasilan (PPh) Dana Investasi Real Estate (DIRE) menjadi 0,5 persen. Diharapkan hal itu akan memberikan peluang bagi perusahaan properti untuk memperoleh pendanaan lebih besar di Indonesia.

Namun hal itu dinilai belum cukup karena belum ada insentif yang memancing para investor untuk melirik DIRE. Menurut lembaga konsultan properti, Jone Lang LaSalle (JLL), DIRE akan menarik bagi investor jika imbal hasilnya mencapai 9 persen. (Baca juga: Yield DIRE Dinilai Kurang Menarik bagi Investor Properti)

"Langkah itu sudah bagus, tapi efek DIRE akan diminati investor jika yield-nya mencapai kira-kira 9 persen," kata Regional Director Head of Advisory JLL Vivin Harsanto, di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (6/4/2016).

Vivin mengatakan, menurut sepengetahuan JLL saat ini para perusahaan properti sedang memilih aset mana yang akan dimasukkan dalam DIRE-nya. Sebab hanya aset properti yang sudah memiliki pendapatan yang berulang dan besaran pendapatan di atas rata-rata yang akan laku di pasar. (Baca juga: Pajak DIRE Indonesia Masih Kalah Saing Dibanding Singapura)

 

Sehingga dalam waktu dekat ini menurut Vivin belum banyak perusahaan properti yang menerbitkan DIRE. Dia memperkirakan mulai muncul produk investasi DIRE di kuartal VI tahun ini atau di tahun depan.

"Itu agar DIRE yang dilepas diserap oleh investor. Paling cepat terealisasi pada kuartal IV 2016 atau Kuartal I 2017," imbuhnya.

Sementara ketika ditanyakan mengenai dampak positif dari penurunan PPh DIRE, Vivin mengaku belum bisa menjawab. Pasalnya hingga kini baru satu produk DIRE yang diterbitkan.

"Kita harus lihat dulu dampak penurunan PPh nya terhadap penerbitan DIRE," pungkasnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya