Indonesia Ngutang Terus karena Panama Papers

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Minggu 10 April 2016 15:13 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

Dia menambahkan, jika keuangan suatu negara baik, maka tidak akan ada lagi masyarakat yang kesusahan untuk berobat, sekolah dan ketimpangan pembangunan.

"Makanya kita masih perlu utang, untuk pembiayaan," jelasnya.

Untuk itu, dirinya meminta sistem ekonomi harus segara ditata ulang. Indonesia perlu memelopori perubahan tata kelola keuangan global terkait sistem perpajakan, pengentian rezim kerahasiaan data perpajakan dan perbankan, pertukaran informasi antarnegara dan penguatan hukum, administrasi dan kelembagaan perpajakan.

"Presiden Jokowi dapat menggunakan forum G-20 sebaga ruang untuk mendesakkan agenda-agenda tersebut. Selain itu, Jokowi dapat mengusulkan pembentukan Badan Perpajakan Dunia di bawah PBB," tegasnya.

Sebagai informasi, sejumlah besar data milik perusahaan firma hukum Mossacak Fonseca di Panama (Panama Papers) yang bocor ke publik telah memicu penyelidikan yang dilakukan oleh berbagai media dari seluruh dunia. Dalam data tersebut beredar ribuan pengemplang pajak asal Indonesia yang menyembunyikan uangnya di luar negeri.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya