YOGYAKARTA - Perusahaan pengembang perumahan, PT Dewi Sri Sejati akan membangun 5.000 unit rumah sederhana secara bertahap selama lima tahun. Tahap awal di tahun 2016 ini, akan membangun 600 unit rumah sederhana.
"Untuk pembangunan kita rencanakan bulan September 2016 nanti," kata Direktur PT Dwi Sri Sejati, Alim Subyantara pada wartawan, Senin (25/4/2016).
Luas tanah satu unit sebanyak 60 meter persegi dengan rincian lebar muka enam meter, sedangkan memanjang 10 meter. Luas bangunan rumah sebanyak 30 meter persegi dengan dua kamar utama. (Baca juga: Rumah Murah di Daerah Terkendala Pasokan Listrik dan Air)
"Jadi masih ada sisi 30 meter persegi. Untuk lokasi perumahan di Godean, Sleman. Lokasinya cukup strategis, karena dekat dengan jalan raya," jelasnya.
Menurutnya, harga rumah tidak mahal, cukup dengan Rp 116,5 juta per unit. Untuk memiliki rumah itu cukup dengan uang muka antara 10 hingga 20 persen dari harga tersebut, dengan uang cicilan terendah sekitar 700 ribu per bulan, selama 5-20 tahun.
"Rumah yang kita bangun ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, di bawah Rp 4 juta per bulan. Kita ikuti aturan pemerintah, bagi yang penghasilannya di atas itu tidak boleh membeli," jelasnya.
Pembeli bisa mendaftar terlebih dahulu untuk memesan rumah. Pendaftaran baru akan dibuka secara resmi pada bulan Mei 2016 nanti. Direncanakan pembangunan rumah akan selesai selama 18 bulan.
"Kalau yang persen sudah banyak ada sekitar 350an, tapi realnya nanti bulan Mei. Kalau dia bayar ya artinya benar-benar membeli, kalau daftar tapi enggak bayar ya artinya enggak beli," jelasnya.
Meski tipe rumah sederhana, namun pihaknya juga akan membangun fasilitas bermain anak dan kolam renang kecil dengan kedalaman sekira 1,2 meter. Begitu juga tempat ibadah seperti mushola, serta pos kampling. (Baca juga: Program Sejuta Rumah Harus Didukung Banyak Lembaga Keuangan)
"Kita berikan yang terbaik, meski rumah sederhana tapi ada fasilitas bermain anak-anak," jelasnya.
(Rizkie Fauzian)