JAKARTA - Indonesia sebagai negara tropis memiliki buah-buahan yang menjadi andalan untuk di ekspor mulai pisang, salak, manggis dan buah-buahan lainnya. Hal ini seiring degan target untuk menjadikan Indonesia negara eksportir buah nomor satu di dunia pada 2045.
Mengutip data Kementerian Pertanian terkait volume ekspor buah segar, Senin (9/5/2016), Okezone mendapati total volume ekspor buah segar pada 2015 sebesar 68,5 juta kilogram (Kg) atau meningkat 65,27 persen lebih besar dari 2014 sebesar 41,8 juta kg.
Manggis menempati urutan buah terlaris ekspor pada 2015 dengan volume ekspor sebesar 38,07 juta kg, disusul Pisang sebesar Rp22,3 juta kg , Salak sebesar 2,2 juta dan buah lainnya sebanyak 5,9 juta.
Nilai ekspor buah segar selama 2015 pun tercatat USD37,7 juta atau meningkat 30,47 persen dibandingkan 2014 sebesar USD28,9 juta.
Manggis yang menempati urutan pertama buah eksportir berkontribusi sebesar USD17,09 juta, disusul Pisang USD13 juta, Salak sebesar USD1,6 juta dan buah lainnya sebesar Rp6 juta nilai ekspor buah segar Indonesia.
Untuk terus meningkatkan ekspor buah-buahan Indonesia, Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) mendeklarasikan Gerakan Revolusi Oranye. Revolusi Oranye adalah gerakan nasional untuk mengubah secara revolusioner, pengembang, kebijakan, dan pasar buah nusantara.
Konsep ini pun akan dikembangkan di atas tanah seluas 100 ribu ha bahkan hingga 400 ribu ha yang melibatkan Kementerian Pertanian, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian BUMN.
(Martin Bagya Kertiyasa)