JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, yang dibangun untuk mencukupi kebutuhan listrik seiring pembangunan infrastruktur bandara, ditargetkan selesai pada tahun 2017.
"Kita harus mempercepat semuanya. Proyek ini sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa direalisasikan," ujar Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Kementerian BUMN Pontas Tambunan saat acara kesepakatan nota kesepahaman pembagunan PLTG tersebut di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (11/5/2016).
Sebanyak tiga perusahaan BUMN yaitu PT Angkasa Pura II, PT Wijaya Karya dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) telah berkomitmen untuk membangun PLTG dan memenuhi tersebut.
Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan proyek ini dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun kesepakatan MoU, dengan tambahan waktu tiga bulan untuk perampungan dokumen rancang rinci teknis ("Detail Engineering Design/DED").
Adapun saat ini, lanjut dia, kebutuhan listrik di Bandara Soekarno Hatta adalah sekitar 60 MW. Namun, jika Terminal 3 Ultimate beroperasi pada 2017 dan kawasan khusus kargo ("cargo village) di pintu M1, keperluan akan listrik bisa melonjak hingga lebih dari 100 MW.