Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Masih Tunggu Petunjuk Teknis Kemenko Maritim

Antara, Jurnalis
Rabu 25 Mei 2016 19:05 WIB
Ilustrasi : Okezone
Share :

Setelah petunjuk teknis dari Kemenkomaritim keluar, diperkirakan Juni mendatang, para investor yang berminat bisa mulai melakukan studi kelayakan (FS) di empat lokasi yang telah ditetapkan sesuai dengan "master plan" pengelolaan limbah Jakarta 2012- 2023 yakni di Sunter, Cakung Cilincing, Marunda, dan Duri Kosambi.

"Setelah studi kelayakan beres baru investor membahas bersama kami tentang besaran 'tipping fee' atau biaya yang harus pemerintah bayar untuk pengelolaan sampah," tutur Isnawa.

Pembangunan ITF di Jakarta diperkirakan baru bisa dimulai pada 2018 dengan kisaran biaya infrastruktur di setiap lokasi sebesar Rp1,5 triliun dan luasan lahan 3-4 hektare.

Rencananya, pemrosesan sampah menjadi energi listrik akan menggunakan insinerator yakni teknologi yang memproduksi energi panas.

Setiap ITF di Jakarta diperkirakan memiliki kapasitas pengolahan sampah sebesar 1.000-1.500 ton per hari sehingga kehadiran ITF diharapkan mampu mengurangi ketergantungan DKI terhadap TPST Bantargebang, Bekasi, yang saat ini menampung sekitar 7.000 ton sampah warga Ibu Kota per harinya.

(Raisa Adila)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya