"Saya minta langsung kejar sapi wagyu Jepang ini. Kalau di bulan ada, kejar sampai sana. Bawa Sapi pulang jangan dan jangan pulang kalau enggak bawa sapi itu. Alhamdulillah, sekarang sudah ada," ujarnya.
Menurutnya, ini adalah bentuk kecerdasan dalam bertani. Menurutnya, jika daging wagyu ini dapat diproduksi di Indonesia, maka penjualan daging tersebut bisa lebih tinggi.
"Bayangkan kalau semua sapi ini seperti itu. Makanya, Inseminasi Buatan (IB) itu penting, kalau semua IB itu seperti itu maka sapi lokal kita setara bisa Rp12 juta," tuturnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)