YOGYA - Ngopi sudah menjadi budaya masyarakat di berbagai belahan dunia. Tren ngopi dari warung pinggiran hingga kelas cafe juga sudah semakin menjamur di Kota Jogja.
Kebanyakan ngopi di kafe tak sekedar mencicipi aneka olahan kopi saja, tetapi juga sebagai ruang nongkrong anak muda hingga kalangan kelas atas.
Namun, budaya ngopi dengan secangkir kopi dari olahan biji kopi pilihan, ternyata masih belum mengedukasi kelas yang lebih merakyat. Lewat Kopi Keliling alias Koling, Ilman Hidayat dan Donatus Dayu Pratama, mencoba menjangkau pasar yang lebih umum.
“Kebanyakan cafe di Jogja modelnya stay. Idenya, kenapa enggak buka tempat ngopi yang bisa moving [keliling]. Jadi bisa menjangkau wisatawan dan masyarakat yang ada di area Tugu Jogja, Malioboro, Titik Nol atau Alun-alun Selatan,” ujar Ilman saat ditemui Harianjogja.com, Rabu (22/6/2016).
Ilman mengatakan, sebelum memakai brand Koling, gerobak kopi ini dilabeli dengan nama Coffee Road. Sejak dimulai sembilan bulan lalu, lman dan Dayu mulai berkeliling di kawasan-kawasan wisata Jogja.