YOGYAKARTA - Harga kedelai yang terus terkerek melampaui harga Rp7.000 per kilogram, membuat para pengusaha tempe di Jogja kelimpungan. Pasalnya lebih dari 80% bahan baku kedelai yang digunakan untuk memproduksi tempe merupakan komoditas impor.
Mau tak mau, para produsen mengambil siasat untuk mengurangi volume tempe. Sebab menaikkan harga, nyaris tak mungkin dilakukan.
Nilai tukar Rupiah yang terus melemah terhadap dolar ditengarai menjadi salah satu penyebab makin mahalnya kedelai. Pasalnya tahun lalu, saat nilai rupiah terhadap dolar masih di kisaran Rp12.000, harga kedelai masih ada di level Rp6.700 per kilogram.
Salah satu produsen tempe, Suparto menyebut kini harga bahan baku kedelai mencapai Rp7.500 hingga Rp7.800 per kilogram. Meski harganya terus naik turun, namun menurutnya tak pernah bisa turun di bawah Rp7.000.
Dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp6.500, harga kedelai saat ini tentu memberatkan bagi pengusaha kecil sepertinya. "Naik turun terus tapi ya tetep mahal. Mahal banget," katanya, Rabu (8/8/2018).