Untuk menyiasatinya, pengembang menerapkan strategi cash bertahap, tetapi ternyata tidak begitu menolong. “Belum lagi kami masih terpukul dengan masalah pengetatan pajak,” ungkapnya.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI) DIY Hilman Tisnawan mengatakan, kredit perumahan di wilayah Yogyakarta mengalami peningkatan di atas rata-rata nasional. Pada kuartal I-2016, BI mencatat kredit perumahan mengalami pertumbuhan sekitar 12 persen.
Pertumbuhan tersebut lebih tinggi daripada angka rata-rata nasional yang hanya 10 persen pada periode yang sama. Menurutnya, bisnis perumahan di DIY masih memiliki prospek yang cukup bagus hingga beberapa tahun ke depan.
Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata terkemuka di Indonesia menjadi magnet tersendiri untuk bisnis properti. “Banyak warga luar DIY yang ingin membeli properti di Yogyakarta,” ujarnya.
(Rizkie Fauzian)