BATAM - Batam saat ini diproyeksi dapat menyaingi Singapura dalam percaturan ekonomi global. Hanya saja saat ini Batam belum dapat berkembang sesuai yang diharapkan.
Menurut Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, sulitnya ekonomi Batam berkembang, khususnya pada sektor maritim adalah karena minimnya sumber daya yang dapat menjadi nilai jual bagi ekonomi Batam. Dengan begitu, kapal-kapal yang berlabuh di Batam pun tak dapat membawa banyak barang ketika kembali dari Batam.
"Masalah yang dialami Batam adalah skala ekonomi. Misal kalau kita kirim barang ekspor pulangnya selalu kosong. Batam yang sejak tahu 1970 berdiri, kita lihat tidak punya size. Kita banyak hambatan. Kalau pemerintah berkoordinasi dengan baik itu bisa diatasi. Kita berdampingan dengan Singapura tapi kita enggak bisa memanfaatkan kelebihan kita," kata Agus di Hotel Radisson, Batam,Jumat (12/8/2016).
Akibatnya, sektor perdagangan sepenuhnya masih dikuasai oleh Singapura. Indonesia pun saat ini hanya dapat memanfaatkan sisa-sisa potensi perdagangan dari Singapura.