Tahun Depan, Harga Timah Diprediksi Naik

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 22 September 2016 11:18 WIB
Ilustrasi : Reuters
Share :

NUSA DUA – Harga timah dunia terus bergerak mencari titik keseimbangan baru. Setelah sempat turun akibat kondisi ekonomi global yang melambat, harga timah diperkirakan kembali membaik tahun depan.

Market Analysis International Tin Research Institute (ITRI) Peter Kettle menyampaikan, berdasarkan analisis yang dilakukan, keseimbangan harga timah dunia akan terbentuk pada 2020. ”Harga timah akan menyentuh level USD22.500-23.000 per metrik ton dengan asumsi permintaan akan timah tumbuh menjadi lebih dari 280.000 metrik ton.

Market diharapkan bisa melebihi level itu tahun depan karena butuh beberapa saat sampai bisa meningkatkan produksi,” ujarnya di sela-sela acara Internasional Tin Conference and Exhibition 2016 di Nusa Dua, Bali, Selasa (20/9). Peter melanjutkan, harga timah akan membaik pada 2017 karena pasokan ke pasar global yang cenderung rendah.

Saat ini produksi timah Indonesia stabil di kisaran 60.000 - 65.000 metrik ton per tahun. Regulasi industri timah juga semakin baik dalam beberapa tahun terakhir. ”Jangka panjang, Indonesia masih akan berada di posisi bagus. Sumber daya timah akan terus dijaga produksinya. Tahun mendatang prediksi produksi timah bisa bertambah 5.000 metrik ton, tapi tidak lebih dari itu,” ujarnya.

Peter menuturkan, tantangan utama bagi industri timah adalah rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) dan perlambatan ekonomi China. ”Ada sedikit guncangan, tapi akan baik. Karena pasokan tetap rendah, konsumsi juga stabil,” katanya. Menurut Peter, isu lingkungan sangat penting dalam beberapa tahun terakhir sehingga mendorong perusahaan fokus dalam hal ini.

Sejumlah perusahaan timah telah secara berkala melaporkan cara produksi mereka secara detail. ”Secara standar ramah lingkungan ini sudah naik beberapa langkah dalam beberapa tahun terakhir,” katanya. Berdasarkan data dari bursa perdagangan Indonesian Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), harga timah mengalami peningkatan cukup signifikan.

Sejak Januari hingga September 2016 pergerakan harga timah di Indonesia meningkat 35,48 persen menjadi Rp19.000 per metrik ton. CEO ICDX Megain Widjaja mengatakan, di tengah perekonomian yang melambat, industri timah Indonesia justru mampu menunjukkan tren harga yang positif.

”Pada akhir Agustus 2016 harga timah di ICDX berhasil menembus level USD19.000 per metrik ton, naik 40 persen sejak Januari 2016,” ujarnya. Menurutnya, peningkatan harga timah akan menjadi angin segar bagi segenap pelaku industri timah tanah air.

(Raisa Adila)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya