JAKARTA - Industri peternakan sapi perah yang 90% dikuasai oleh peternak rakyat kerap kali mengalami tantangan persoalan yang memengaruhi produksi susu perah menurun.
Untuk itu, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia Rochadi Tawaf, mengimbau agar dilakukan revitalisasi di bidang industri peternakan sapi perah.
"Revitalisasi sapi perah nasional seyogyanya meliputi beberapa komponen, yaitu skill dan inovasi dari peternak, teknologi dan investasi untuk mendukung bisnis, pasar yang kondusif serta yang utama kebijakan yang pro-peternak,” ujar Rochadi dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Selasa, (8/11/2016).
Hal itu didukung oleh pernyataan Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia (APSPI) Agus Warsito yang mengatakan selama dua dekade terakhir Indonesia hanya mampu mengisi produksi sekitar 20% dari kebutuhan nasional.
Sehingga perlu dilakukan upaya serius untuk menyelamatkan produksi susu dalam negeri.
Populasi sapi nasional tahun 2015 lalu, kata Agus, berjumlah 525.171 atau turun 16,5% dibandingkan tahun 2012 yang jumlahnya 611.340. Akibatnya, produksi susu segar dalam negeri memgalami kesurutan. Produksi nasional tahun 2015 adalah 805.000 ton masih jauh lebih kecil dibandingkan tahun 2012 yang mencapai 960.000 ton.
"Padahal generasi muda Indonesia membutuhkan protein yang terjangkau, dan ini bisa dipenuhi dari susu sapi lokal,” sambung Agus.
(Dani Jumadil Akhir)