Rekonstruksi Sekolah di Aceh Pakai Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat

Dhera Arizona Pratiwi, Jurnalis
Selasa 20 Desember 2016 15:07 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

BUMN tersebut, setelah menyepakati desain dan standarisasi bangunan akan langsung melakukan pabrikasi pracetak untuk selanjutnya melakukan pemasangan. "Jenis pekerjaannya lebih banyak pabrikasi karena ini untuk menjamin standarisasi, kualitas dan kecepatan," tambahnya.

Sementara itu Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman Arief Sabarudin mengatakan pada saat terjadi gempa, pihaknya melakukan pengecekan terhadap bangunan-bangunan yang menggunakan teknologi RISHA di Aceh dan hasilnya bangunan tersebut masih dalam kondisi yang baik.

"Alhamdulillah, yang dibangun 2004 lalu kondisinya masih bagus tidak terganggu oleh gempa, kita juga ada sekolah yang memang dibangun dengan teknologi itu, bahkan kita kaget sebenarnya banyak rumah sementara yang dulu kita bangun sampai sekarang masih dalam kondisi bagus," katanya.

Untuk bangunan kelas sementara pihaknya dan BUMN sepakat untuk membuat ruangan kelas dengan sistem modular dengan metode knock down. Menggunakan baja ringan dan dilakukan dengan prinsip knock down, sehingga apabila tidak digunakan lagi masih dapat dimanfaatkan oleh BNPB nantinya.

Ditargetkan kelas-kelas sementara ini sudah dapat terbangun di akhir Januari. "Sambil teman-teman BUMN siapkan komponen, land clearing dan segala macamnya sudah bisa dilakukan secara paralel. Sehingga kita harapkan pembangunan kelas sementara dapat dilakukan bisa 1-2 minggu paling lama 1 bulan tergantung jumlah kelas," sebut dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya