nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hunian Sementara Korban Bencana Sulteng Capai 629 Unit

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 08 April 2019 13:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 04 08 470 2040524 hunian-sementara-korban-bencana-sulteng-capai-629-unit-LcZzuYFEMM.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan update terkini mengenai pembangunan hunian sementara (Huntara) di Sulawesi Tengah. Kementerian PUPR sendiri diberikan mandat untuk membangun hunian sementara sebanyak 699 unit di 72 lokasi di Sulawesi Tengah.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, progres terkini pembanguunan hunian sementara sudah mencapai 95,14%. Artinya sudah ada sekitar 629 unit hunian di 69 lokasi yang pembangunannya sudah diselesaikan.

"Dari 699 unit di 72 lokasi yang sudah rampung 629 unit," ujarnya dalam acara paparan di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (9/4/2019).

 Baca Juga: Masalah Lahan hingga Budget Jadi Kendala Pembangunan Huntara di Palu

Adapun rinciannya, 22 lokasi di Kota Palu sudah 281 unit yang rampung. Jika di presentasekan sekitar 98,17% dari target 288 unit yang dibangun.

Sementara itu di Kabupaten Donggala sudah 195 unit Huntara yang sudah rampung pengerjaannya. Atau jika dipresentasekan sekitar 95,71% dari target 221 unit di 29 lokasi yang dibangun.

Selanjutnya di kabupaten Donggala sudah 153 unit rumah yang sudah dibangun. Sedangkan target pembangunan huntara di 21 lokasi di Donggala sendiri adalah 190 unit.

Saat ini lanjut Arie, pihaknya tengah mengejar target pembangunan hunian sementara tersebut, sehingga bisa diselesaikan pada 24 April 2019 mendatang.

"Kita bersama masyarakat menyiapkan untuk kembali membangun rumahnya," ucapnya.

 Baca Juga: Pemulihan Lombok, 1 Rumah Risha Dibangun Setiap Hari

Menurut Arie, pihaknya diberikan waktu sekitar 2 tahun untuk kembali memulihkan Sulawesi Tengah yang porak poranda akibat gempa dan tsunami. Termasuk didalamnya adalah pembangunan hunian sementara, lalu ada akses jalan dan akses air bersih.

"Dalam Instruksi Presiden kita diberikan waktu 2 tahun untuk kembali memulihkan Sulawesi Tengah," ucapnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini