Tenaga Kerja Asing Ilegal, Perusahaan Harus Ditindak

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 23 Desember 2016 13:31 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

Dibanding 2015 tercatat ada 16 pelanggaran, 14 orang di antaranya berasal dari negeri Tiongkok,” kata Gus Ipul. Namun pada 2016 ini, jumlah TKA ilegal kemungkinan bisa mencapai ratusan orang. Bulan lalu saja, tercatat ada sekitar 200 orang yang menggunakan visa turis (kunjungan wisata) diketahui overstay (melampaui batas waktu tinggal) dan sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.

“Jumlah ini hanya yang terdeteksi melalui Bandara Internasional Juanda. Kami belum tahu jika mereka mendaratnya di Manado, Bali, atau Jakarta yang masuk Jatim melalui transportasi lokal seperti kereta api dan bus,” ujar mantan politikus PDIP ini. Menurut dia, Pemprov Jatim akan terus bekerja sama dengan semua pihak untuk memastikan tidak ada lagi pekerja ilegal di Jatim.

Pemprov Jatim juga berharap Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi bisa memperketat perizinan TKA. “Jatim juga tidak akan sembarangan untuk memperpanjang izin TKA. Perlu diketahui untuk izin TKA yang mengeluarkan pusat sementara untuk memperpanjang menjadi kewenangan daerah,” tambah Gus Ipul.

Untuk diketahui, pada Rabu (21/12) lalu, Disnakertransduk Jawa Timur melakukan inspeksi mendadak di sebuah perusahaan di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Mojokerto. Di perusahaan itulah ditemukan ada 29 TKA asal China yang bekerja sebagai pekerja kasar. Di antaranya sebagai pemanas besi, mencatat besi bekas yang masuk, sopir alat berat, serta beberapa pekerjaan kasar yang sebenarnya bisa dikerjakan oleh pekerja lokal.

Dari 29 TKA yang ada, hanya tiga yang berizin. Pada sidak tersebut, Disnasker juga menemukan adanya mess atau tempat menginap para TKA yang lokasinya disembunyikan jauh di belakang pabrik. Bahkan kondisi mess tidak layak, ruangan ukuran 2x2 yang dipenuhi dengan barang. Di tempat itu juga terdapat minuman keras 1 krat dan ditemukan rokok dari China yang tidak bercukai.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya