Terungkap! Alasan 'Mudahnya' TKA China Masuk Indonesia

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 24 Februari 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 24 320 2367496 terungkap-alasan-mudahnya-tka-china-masuk-indonesia-jqVeIHtxxk.jpg TKA Buruh Kasar Asal China Masih Banyak yang Kerja di Lapangan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 34 Tahun 2021 sebagai turunan UU Cipta Kerja tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA).

Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar mengatakan, bahwa PP tersebut belum menjawab problema terkait TKA secara menyeluruh. Bahkan, dia mengatakan bahwa regulasinya tidak banyak berbeda dari peraturan TKA sebelumnya di UU Nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Baca Juga: Menaker Ungkap Alasan Disabilitas Sedikit yang Masuk Dunia Kerja

"Dalam PP tersebut disebutkan bahwa TKA yang boleh dipekerjakan adalah mereka yang memang skillful atau ahli teknologi untuk transfer knowledge, namun nyatanya masih ada TKA buruh kasar yang masih dipekerjakan di lapangan," ujar Timboel, kepada MNC Portal News di Jakarta, Rabu (24/2/2021).

Dia menyampaikan, dari sekian banyaknya TKA, yang paling mendominasi adalah TKA asal China. Porsinya dalam jumlah total TKA di Indonesia pun paling dominan di kisaran 36%.

Baca Juga: Menaker Minta BUMN-Swasta Buka Lowongan Kerja bagi Difabel

"Dulu kan masih ada (TKA) yang dari Jepang, Singapura, Korea, tapi sekarang jarang. Karena pertama, China itu sekarang yang paling banyak memberikan pinjaman luar negeri, kedua, dia yang paling banyak menginvestasikan modalnya di Indonesia," terang Timboel.

Dia mengatakan, hal tersebut memang menjadi konsekuensi. Tetapi, Timboel menegaskan bahwa pihaknya bukan phobia terhadap TKA atau anti-asing, tetapi dia berharap pemerintah lebih tegas dalam segi pengawasan.

"Ini memang tidak bisa dipungkiri, tapi bagaimana peran pemerintah dalam pengawasan supaya implementasinya di lapangan berjalan baik. TKA boleh bekerja, tapi bukan untuk pekerjaan kasar, tetapi untuk pekerjaan dengan keahlian khusus atau transfer teknologi dan pengetahuan," pungkas Timboel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini