nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi China Makin Besar, Risikonya Tenaga Kerja Ilegal Bertambah

Feby Novalius, Jurnalis · Selasa 23 Mei 2017 14:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 05 23 320 1697837 investasi-china-makin-besar-risikonya-tenaga-kerja-ilegal-bertambah-qekS7BdBbf.jpg Foto: Feby/Okezone

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt One Road (OBOR) di China. Kunjungan ini yang dilakukan untuk membahas tentang pembangunan infrastruktur dan Jalur Sutra China, diproyeksikan akan membuat banyak investasi China masuk ke Indonesia.

Selain dana besar China yang akan masuk, tentu ada risiko akibat banyak investasi China di Indonesia. Pemerintah pun sudah menghitung dan siap mengantisipasi risiko investasi China tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menerangkan, risiko pertama mengenai isu komunisme yang menjadi isu sentral saat ini. Guna mengantisipasi hal ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun mengumpulkan aparat negara, Kepala Staf Angkatan, Kapolri, Panglima TNI, Kepala BIN, Menkopolhukam, untuk memberikan instruksi supaya intelijen negara memastikan tidak ada ideologi komunis masuk ke Indonesia.

Sekadar diketahui, Negeri Tirai Bambu ini dikenal sebagai penganut paham komunis. Setiap negara yang menggunakan ideologi ini menganggap setiap warga negara mempunyai derajat yang sama satu sama lain. Paham komunis pun sering dianggap paham tidak baik.

"Kalau uangnya (dana investasi masuk) sih silakan saja. Dan kalau ada (paham komunis) segera ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan perundangan yang ada. Saya minta ini (komunis) digarisbawahi. Semua teritorial kita diperintahkan dan sekaligus mencari data orang yang melaporkan ada kegiatan komunis. Jadi tiga institusi ini bekerja sama," tegas Luhut di kantornya, Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Risiko kedua yang harus diperhatikan dengan masuknya investasi China adalah pekerja ilegal (illegal worker). Guna mengantisipasi ini, Presiden Jokowi pun memerintahkan semua elemen teritorial supaya memantau dan memastikan isu-itu tidak ada.

Kendati demikian, kata Luhut, jika hanya beberapa ribu illegal worker masuk masih bisa dipahami. Tapi jika sampai puluhan, bahkan ratusan ribu pekerja maka ini yang harus segera diselesaikan.

"Presiden kasih arahan lagi, untuk mengurangi kemungkinan itu tidak terjadi. Kita siapkan buruh kita lebih awal dengan politeknik, vokasional. Bisa pakai dan kita atau kirim pekerja ke pabrik-pabrik yang akan investasi di Indonesia," tuturnya.

(kmj)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini