nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catat! Kadin China Keluhkan Pekerjanya Selalu Dituding Tenaga Kerja Ilegal

Dedy Afrianto, Jurnalis · Senin 17 Juli 2017 15:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 07 17 320 1738123 catat-kadin-china-keluhkan-pekerjanya-selalu-dituding-tenaga-kerja-ilegal-Pq1hcGtHn2.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - Beberapa perwakilan China hari ini menghadiri diskusi terkait tenaga kerja asing bersama pemerintah Indonesia. Beberapa perwakilan dari pemerintah yang hadir di antaranya adalah dari Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Tenaga Kerja, dan Imigrasi.

Pada kesempatan ini, Perwakikan China Chamber of Commerce Liu Cheng mengatakan, terdapat beberapa hal yang menjadi hambatan bagi perusahaan China untuk dapat mengembangkan usahanya di Indonesia. Salah satunya adalah jumlah izin kerja yang justru mengalami penurunan.

"Ketika kami mengajukan RPTKA (Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing), jumlah yang diturunkan diberikan berkurang dibandingkan permintaan perusahaan. Seperti yang dialami perusahaan minyak dunia yang anggota ICCI. Dulu kontrak kerja bisa memohon 20 kontrak kerja asing sekarang hanya 4 saja atau seperlima dibanding sebelumnya," kata Liu Cheng di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (17/7/2017).

Menurutnya, perusahaan China tidak bermotif untuk merekrut banyak pekerja asing. Hanya saja, tenaga kerja asing dibutuhkan untuk mengisi kekurangan pada sektor SDM yang tidak dimiliki secara profesional di Indonesia.

"Di analis teori ekonomi, perusahan asal China sama sekali tidak bermotif mendatangkan pekerjaan asing asal China. Perekrutan tenaga kerja Indonesia adalah yang paling ideal bagi perusahaan China. Oleh karena itu, perusahaan asal China memiliki pertimbangan terpadu tentang kelancaran operasional proyek serta memaksimalkan kepentingan kerja sama kedua pihak," ujarnya.

Seiring dengan peningkatan pendidikan vokasi pekerjaan Indonesia, lanjutnya, perusahaan asal China secara sukarela akan mengurangi pekerja asal China dan meningkatkan proporsi lokalisasi. Diharapkan, pertumbuhan pesat akan menciptakan 5-10 lowongan kerja baru.

Diharapkan, pemerintah dapat menyederhanakan izin penggunaan tenaga kerja asing di Indonesia. Dengan begitu, China tak lagi kesulitan memperoleh tenaga kerja terampil, khususnya yang tidak dimiliki oleh Indonesia.

"Permohonan izin kerja sementara sangat rumit dan makan waku dua bulan. Perlu ada perbaikan dalam waktu dekat. Sejumlah teknisi asal China di lapangan selalu dituduh sebagai tenaga kerja ilegal," tutupnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini