Gencarkan Rumah Tahan Gempa di Indonesia

Koran SINDO, Jurnalis
Minggu 15 Januari 2017 11:41 WIB
(Foto: Koran Sindo)
Share :

Tidak semua penghuni rumah dum melakukan penambahan atau pengembangan hunian mereka. Namun, ada pula yang melakukan renovasi total hingga tampak jauh lebih wah. Meski begitu, bentuk utama rumah dum tetap dipertahankan. Itu lantaran perkampungan ini kini sudah menjadi desa wisata. Memang tidak seramai tahuntahun awal, namun setiap hari ada saja wisatawan yang datang. Pengelolaan desa wisata ini dilakukan sendiri oleh warga. Menurut Dodo, setiap kepala keluarga di perumahan itu membayar sewa tanah kas desa. Keberadaan mereka dianggap sebagai penyewa tanah.

“Saya dihitung menyewa tanah 200 meter persegi. Harga sewa per meter persegi adalah Rp400 per tahun,” sebutnya. Kompleks New Ngelepen dibangun di atas lahan tanah kas desa seluas 8.500 meter persegi. Sebanyak 71 bangunan berupa rumah yang terbagi dalam lima blok. Sisanya bangunan tempat ibadah, taman kanak-kanak, dan fasilitas kesehatan. Setiap blok terdiri atas 12 rumah dengan satu bangunan untuk mandi cuci kakus (MCK) yang berada di tengah blok. Hingga kini semua sarana itu masih berfungsi dengan baik. Rumah-rumah dum di New Ngelepen merupakan salah satu contoh rumah tahan gempa yang dibangun di Indonesia.

Seperti diketahui, negara kita masuk dalam wilayah yang sangat rawan bencana gempa bumi karena posisi geografisnya menempati zona tektonik yang sangat aktif. Ada tiga lempeng besar dunia dan sembilan lempeng kecil lainnya saling bertemu di wilayah Indonesia serta membentuk jalur-jalur pertemuan lempeng yang kompleks. Tiga lempeng tektonik utama dunia tersebut adalah Samudera India-Australia di sebelah selatan, Samudera Pasifik di sebelah timur, dan Eurasia.

Tingginya aktivitas kegempaan di Indonesia terlihat dari hasil rekaman dan catatan sejarah dalam rentang waktu 1900-2009. Terjadi lebih dari 50.000 kejadian gempa dengan magnitude diatas 5 Skala Richter (SR). S etelah dihilangkan gempa ikutannya, terdapat lebih dari 14.000 gempa utama (main shocks ).

Agenda Krusial

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya